Perbedaan virtual office dan serviced office adalah salah satu hal yang paling sering ditanyakan oleh para pengusaha dan pendiri startup saat mencari alternatif ruang kerja modern. Walaupun keduanya sama-sama menawarkan solusi yang lebih fleksibel dibandingkan sewa gedung pada umumnya, pendekatan operasional yang ditawarkan sangatlah berlainan. Agar tidak salah pilih dan membuang anggaran secara percuma, mari kita lihat apa saja pembeda utamanya beserta panduan untuk menentukan mana yang paling sesuai dengan model bisnismu saat ini.
Contents
- Pengertian Virtual Office dan Serviced Office
- Beberapa Perbedaan Virtual Office dan Serviced Office
- Rekomendasi Sewa Virtual Office Murah
- FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
- 1. Apakah paket dan surat yang masuk ke alamat kantor virtual bisa dikirimkan ke kota lain?
- 2. Apakah sewa serviced office mewajibkan pembayaran deposit di awal?
- 3. Bagaimana dengan biaya parkir kendaraan bagi penyewa serviced office?
Pengertian Virtual Office dan Serviced Office
Sebelum masuk ke perbandingan yang lebih jauh, kita perlu menyamakan pemahaman mengenai definisi operasional dari masing-masing layanan ini.
Secara singkat pengertian kantor virtual adalah layanan penyewaan alamat bisnis legal beserta dukungan administrasi tanpa memberikan hak penggunaan ruang kerja fisik secara harian. Perusahaanmu sah terdaftar di alamat gedung tersebut namun seluruh tim bekerja dari jarak jauh.
Di sisi lain ruang kantor berfasilitas atau serviced office merupakan ruang kerja fisik privat yang sudah disewakan dalam kondisi siap pakai. Ruangan ini sudah terintegrasi dengan perabotan lengkap beserta utilitas operasional seperti listrik dan internet sehingga kamu bisa langsung membawa laptop dan mulai bekerja pada hari itu juga.
Beberapa Perbedaan Virtual Office dan Serviced Office
Ada beberapa faktor yang menjadi garis pemisah antara kedua layanan ini dan hal ini akan sangat memengaruhi kenyamanan operasional perusahaanmu ke depannya.
-
Ketersediaan ruang kerja fisik harian menjadi pembeda paling nyata karena kantor virtual murni bersifat administratif sedangkan kantor berfasilitas menyediakan ruangan privat untuk bekerja. Sebagai contoh, apabila kamu adalah seorang desainer grafis lepas yang lebih suka bekerja dari rumah maka kantor virtual sudah sangat cukup untuk legalitas namun jika kamu memiliki staf customer service yang harus siaga membalas komplain pelanggan di depan komputer dari pagi hingga sore maka menyewa kantor berfasilitas adalah sebuah keharusan.
-
Aspek harga sewa juga menunjukkan rentang yang sangat signifikan mengingat menyewa alamat virtual jauh lebih murah dibandingkan harus menyewa ruangan fisik. Sebagai gambaran kasar biaya sewa kantor virtual yang terjangkau bisa didapatkan mulai dari satu setengah juta rupiah untuk masa aktif selama setahun penuh sedangkan biaya sewa kantor fisik berfasilitas untuk kapasitas tiga orang bisa mencapai angka lima hingga sepuluh juta rupiah hanya untuk satu bulan pemakaian.
-
Kelengkapan dukungan utilitas harian memiliki fokus yang berlainan di mana kantor virtual hanya mengandalkan layanan resepsionis dan manajemen surat masuk. Berbeda halnya jika kamu menyewa kantor berfasilitas karena kamu akan mendapatkan dukungan utilitas penuh seperti contohnya kamu bisa bebas menggunakan pendingin ruangan sepanjang hari tanpa pusing memikirkan tagihan listrik bulanan dan tim kamu bisa menikmati fasilitas mesin pembuat kopi di ruang pantry bersama.
-
Pengaturan kapasitas jumlah anggota tim sangat fleksibel pada penyewaan alamat virtual karena tidak ada batasan jumlah karyawan jarak jauh yang terdaftar di bawah perusahaanmu. Hal ini berbanding terbalik dengan penyewaan kantor berfasilitas karena jika kamu awalnya menyewa ruangan untuk lima orang dan tiba-tiba bulan depan merekrut tiga karyawan baru maka kamu harus mengeluarkan dana tambahan untuk pindah ke ruangan yang ukurannya lebih besar agar semua orang mendapatkan kursi kerja.
-
Tingkat privasi dan keamanan penyimpanan dokumen menjadi faktor krusial karena pekerja jarak jauh pada skema kantor virtual umumnya menyimpan data di laptop pribadi yang rentan diakses orang lain saat bekerja di ruang publik. Sementara itu kantor berfasilitas menawarkan keamanan fisik yang jauh lebih ketat seperti contohnya sebuah firma hukum bisa menyimpan berkas perkara klien yang sangat rahasia di dalam lemari kabinet terkunci di dalam ruangan privat mereka tanpa khawatir dibaca oleh pihak luar.
-
Intensitas penggunaan fasilitas ruang rapat juga memiliki skema yang berbeda karena pengguna alamat virtual umumnya hanya diberikan kuota gratis beberapa jam per bulan dan harus mereservasi jauh-jauh hari. Berkebalikan dengan itu penyewa ruang kantor fisik umumnya diberikan kuota ruang rapat yang jauh melimpah sehingga saat ada investor potensial yang tiba-tiba ingin datang berkunjung di hari itu juga kamu bisa langsung menyambut dan menjamunya di ruang rapat dengan cepat tanpa birokrasi yang panjang.
Memilih di antara keduanya sebenarnya sangat mudah jika kamu sudah mengantongi proyeksi aktivitas harian perusahaan serta gaya kerja tim.
Menyewa kantor virtual adalah pilihan paling masuk pas jika tim operasionalmu bekerja dengan sistem jarak jauh penuh atau kamu adalah seorang pekerja lepas yang sekadar membutuhkan alamat bergengsi untuk mendirikan legalitas perusahaan. Langkah ini akan menyelamatkan arus kas perusahaan rintisan di masa-masa awal operasional.
Sebaliknya, kamu wajib menyewa ruang kantor berfasilitas apabila model bisnismu mengharuskan kolaborasi tatap muka secara intens setiap hari atau kamu sering mengundang klien penting untuk berdiskusi di ruangan yang tertutup rapat. Opsi ini membebaskanmu dari pusingnya membeli perabotan atau mengurus tagihan listrik bulanan seperti pada sewa gedung konvensional.
Rekomendasi Sewa Virtual Office Murah
Apabila kamu masih ragu menentukan pilihan atau mencari penyedia layanan yang mampu memfasilitasi pertumbuhan bisnismu, kami di Quickle Permit (QP Office) siap memberikan solusi terbaik. Kami memahami bahwa kebutuhan bisnis bisa berubah dengan cepat sehingga kami menyediakan paket layanan yang sangat fleksibel untuk menunjang usahamu.
Kamu bisa memulai dengan layanan kantor virtual kami di Grand Slipi Tower seharga 1,5 juta rupiah per tahun untuk mengamankan legalitas dasar dan status Pengusaha Kena Pajak terlebih dahulu. Ketika bisnismu berkembang dan tim mulai membutuhkan ruang kerja khusus untuk berkolaborasi secara tatap muka, kamu bisa langsung memperbarui layanan ke opsi serviced office kami tanpa perlu repot mengurus perubahan alamat perizinan dari nol lagi.
Segera wujudkan citra bisnis yang profesional dan rasakan kemudahan bekerja tanpa beban operasional yang memberatkan bersama kami.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Apakah paket dan surat yang masuk ke alamat kantor virtual bisa dikirimkan ke kota lain?
Pihak penyedia layanan bisa meneruskan paket fisik atau dokumen yang masuk ke alamat domisili aslimu di kota lain dengan tambahan biaya pengiriman yang ditanggung oleh pihak penyewa.
2. Apakah sewa serviced office mewajibkan pembayaran deposit di awal?
Mayoritas pengelola gedung mewajibkan pembayaran uang jaminan atau security deposit senilai satu hingga dua bulan harga sewa di awal kontrak yang akan dikembalikan saat masa sewa berakhir.
3. Bagaimana dengan biaya parkir kendaraan bagi penyewa serviced office?
Biaya parkir kendaraan biasanya tidak termasuk dalam harga sewa ruangan sehingga penyewa harus mendaftar keanggotaan parkir bulanan secara terpisah kepada pihak manajemen pengelola gedung.