Saat mendirikan PT, salah satu hal penting adalah menentukan bidang usaha yang diklasifikasikan melalui KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia).
Pertanyaannya, apakah PT boleh menjalankan jasa sekaligus perdagangan?
Jawabannya, boleh. Satu PT dapat memiliki beberapa KBLI, termasuk kombinasi jasa dan dagang, selama sesuai dengan kegiatan usaha dan perizinan OSS.
Namun, KBLI tidak boleh dipilih sembarangan karena setiap kode memiliki konsekuensi perizinan, standar usaha, dan risiko yang berbeda.
Contents
- Apakah KBLI Jasa dan Dagang Bisa Digabung?
- Syarat KBLI Jasa dan Dagang
- Berapa KBLI dalam Satu PT?
- Apakah NIB Harus Berbeda?
- Contoh PT Jasa dan Dagang
- Apakah Semua KBLI Bisa Digabung?
- Konsultasikan KBLI Sebelum Mendirikan PT
- FAQ KBLI Jasa dan Dagang
- Apakah satu PT boleh memiliki banyak KBLI?
- Apakah jasa dan perdagangan harus beda PT?
- Apakah menambah KBLI perlu PT baru?
- Apakah semakin banyak KBLI semakin baik?
- KBLI 2020 atau 2025 yang digunakan?
Apakah KBLI Jasa dan Dagang Bisa Digabung?
Jawabannya, bisa. Sebuah PT pada dasarnya dapat mempunyai lebih dari satu kegiatan usaha, termasuk kombinasi antara kegiatan jasa dan perdagangan.
Sebagai gambaran, sebuah perusahaan teknologi dapat memiliki kegiatan usaha berupa jasa konsultasi teknologi informasi sekaligus melakukan perdagangan perangkat komputer. Perusahaan interior dapat menyediakan jasa desain sekaligus menjual produk furnitur. Demikian pula perusahaan pemasaran dapat menyediakan jasa konsultasi sekaligus memperdagangkan produk tertentu.
KBLI sendiri digunakan sebagai standar nasional untuk mengklasifikasikan aktivitas ekonomi di Indonesia. Pada 2025, Badan Pusat Statistik menerbitkan KBLI 2025 melalui Peraturan BPS Nomor 7 Tahun 2025 sebagai pembaruan dari KBLI 2020. KBLI terbaru tersebut juga menjadi acuan dalam penyelenggaraan perizinan berusaha melalui sistem OSS.
Syarat KBLI Jasa dan Dagang
Walaupun dapat digabungkan, pemilihan KBLI perlu benar-benar mencerminkan kegiatan yang akan dilakukan perusahaan.
Kegiatan usaha tersebut juga perlu diselaraskan dengan maksud dan tujuan perusahaan, data badan usaha, serta perizinan berusaha yang diproses melalui sistem OSS.
Artinya, jangan memilih kode perdagangan hanya karena perusahaan mungkin suatu saat akan menjual barang. Sebaliknya, jangan hanya menggunakan kode jasa jika dalam praktiknya perusahaan juga memperoleh pendapatan dari perdagangan barang yang menjadi kegiatan usahanya.
Semakin tepat KBLI dipilih sejak awal, semakin kecil kemungkinan perusahaan harus melakukan perubahan legalitas ketika bisnis berkembang.
Baca juga: Mengatasi Status Perizinan Usaha Belum Dapat Diajukan di OSS
Berapa KBLI dalam Satu PT?
Tidak sedikit calon pengusaha mengira bahwa satu perusahaan hanya boleh mempunyai satu KBLI. Padahal, perusahaan dapat menjalankan beberapa kegiatan usaha sesuai ruang lingkup bisnis yang dimilikinya.
Misalnya sebuah perusahaan menjalankan:
- jasa konsultasi bisnis;
- jasa pemasaran;
- perdagangan produk tertentu;
- aktivitas teknologi informasi; dan
- kegiatan usaha pendukung lainnya.
Masing-masing aktivitas dapat membutuhkan klasifikasi KBLI yang berbeda.
Namun, memiliki banyak KBLI bukan berarti seluruh kode usaha sebaiknya dimasukkan sekaligus ketika mendirikan perusahaan.
Pilihlah kegiatan yang memang direncanakan untuk dijalankan. Hal ini penting karena masing-masing kegiatan usaha dapat mempunyai tingkat risiko dan persyaratan perizinan berbeda.
Apakah NIB Harus Berbeda?
NIB atau Nomor Induk Berusaha merupakan identitas resmi pelaku usaha, bukan sekadar nomor untuk satu produk atau satu kegiatan usaha tertentu. Sistem OSS menggunakan pendekatan berbasis risiko untuk menentukan izin dan kewajiban yang harus dipenuhi berdasarkan bidang kegiatan usaha.
Karena itu, perusahaan yang mempunyai beberapa bidang kegiatan tidak berarti harus mendirikan PT baru untuk setiap KBLI.
Yang perlu diperhatikan justru persyaratan masing-masing kegiatan usaha yang dimasukkan ke dalam OSS.
Misalnya terdapat kegiatan dengan risiko rendah, menengah rendah, menengah tinggi, maupun tinggi. Tingkat risiko tersebut akan memengaruhi jenis perizinan dan kewajiban yang perlu dipenuhi perusahaan.
Baca juga: Panduan Membuat NIB (Nomor Induk Berusaha) TerbaruĀ
Contoh PT Jasa dan Dagang
Agar lebih mudah dipahami, bayangkan terdapat perusahaan bernama PT ABC Teknologi Indonesia. Perusahaan tersebut mempunyai dua kegiatan utama.
Pertama, perusahaan menyediakan jasa konsultasi teknologi informasi kepada perusahaan lain. Kedua, perusahaan menjual perangkat jaringan, komputer, atau perangkat teknologi kepada klien.
Model bisnis seperti ini pada dasarnya dapat dijalankan dalam satu PT. Perusahaan tidak otomatis harus membuat satu PT khusus jasa dan satu PT khusus perdagangan.
Namun, masing-masing kegiatan perlu diklasifikasikan menggunakan KBLI yang tepat. Contoh lain adalah perusahaan desain interior.
Perusahaan dapat menghasilkan pendapatan dari jasa desain dan konsultasi interior. Pada saat yang sama, perusahaan juga dapat menjual furnitur, perlengkapan interior, atau produk lainnya kepada pelanggan.
Kedua jenis kegiatan tersebut dapat mempunyai klasifikasi usaha berbeda meskipun dijalankan oleh badan usaha yang sama.
Baca juga: Perizinan Usaha Air Minum Isi Ulang: Syarat dan Cara Daftar
Apakah Semua KBLI Bisa Digabung?
Walaupun sebuah PT dapat mempunyai beberapa KBLI, bukan berarti semua kode kegiatan dapat digabungkan tanpa memperhatikan ketentuan lain.
Ada kegiatan usaha yang mempunyai pengaturan khusus terkait bentuk badan usaha, permodalan, kepemilikan, lokasi, sertifikasi, izin sektoral, maupun kewajiban teknis tertentu.
Hal ini semakin penting apabila perusahaan bergerak pada sektor yang diatur secara khusus atau merupakan perusahaan dengan penanaman modal asing.
Karena itu, kombinasi KBLI perlu diperiksa satu per satu berdasarkan kegiatan yang benar-benar akan dilakukan.
Konsultasikan KBLI Sebelum Mendirikan PT
Jadi, bolehkah PT menggabungkan KBLI jasa dan dagang sekaligus? Jawabannya boleh, sepanjang kegiatan tersebut sesuai dengan bisnis perusahaan dan memenuhi ketentuan perizinan yang berlaku.
Tidak selalu diperlukan perusahaan terpisah hanya karena bisnis mempunyai aktivitas jasa dan perdagangan. Satu PT dapat menjalankan beberapa kegiatan yang berbeda dengan pemilihan KBLI dan pengurusan perizinan yang tepat.
Namun, kesalahan memilih kode usaha dapat menyebabkan proses legalitas menjadi lebih panjang di kemudian hari.
Jika masih bingung menentukan KBLI jasa, perdagangan, atau kombinasi keduanya, Anda dapat berkonsultasi dengan QP Office sebelum melakukan pendirian PT.
QP Office menyediakan layanan pendirian PT, pengurusan izin dasar, NIB, hingga Virtual Office di Jakarta Selatan dan Jakarta Barat, sehingga kebutuhan legalitas perusahaan dapat disesuaikan dengan model bisnis yang akan dijalankan.
Kontak kami dengan nomor di bawah ini:
+62 812 1175 5650
+62 812 1897 8636
FAQ KBLI Jasa dan Dagang
Apakah satu PT boleh memiliki banyak KBLI?
Boleh. Satu PT dapat memiliki beberapa kegiatan usaha selama KBLI yang digunakan sesuai dengan aktivitas perusahaan dan seluruh persyaratan perizinannya dipenuhi.
Apakah jasa dan perdagangan harus beda PT?
Tidak selalu. Kegiatan jasa dan perdagangan pada prinsipnya dapat dijalankan oleh satu PT. Pemisahan perusahaan biasanya dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan bisnis, operasional, investasi, risiko, atau strategi perusahaan.
Apakah menambah KBLI perlu PT baru?
Tidak selalu. Jika perusahaan yang sama akan menjalankan kegiatan tambahan, dapat dilakukan penyesuaian legalitas sesuai kondisi dan ketentuan yang berlaku tanpa harus otomatis mendirikan PT baru.
Apakah semakin banyak KBLI semakin baik?
Tidak. KBLI sebaiknya dipilih sesuai kegiatan yang benar-benar dijalankan atau secara realistis direncanakan. Terlalu banyak KBLI yang tidak relevan justru dapat membuat struktur kegiatan dan kebutuhan perizinan perusahaan semakin kompleks.
KBLI 2020 atau 2025 yang digunakan?
KBLI 2025 telah diterbitkan melalui Peraturan BPS Nomor 7 Tahun 2025 sebagai pembaruan KBLI 2020 dan sedang diimplementasikan dalam sistem perizinan berusaha. Untuk proses pengurusan aktual, pelaku usaha sebaiknya mengikuti kode dan mekanisme yang tersedia pada sistem OSS serta ketentuan sektoral yang berlaku saat pengajuan dilakukan.