Kami sering mendapatkan pertanyaan, “Bagaimana jika perusahaan saya memiliki beberapa rencana bisnis sekaligus?” Misalnya satu PT menyediakan jasa konsultasi, menjual produk, mengembangkan aplikasi, dan menyewakan peralatan. Satu PT bisa punya berapa bidang usaha?
Pada dasarnya, tidak ada ketentuan yang menetapkan batas maksimal bidang usaha dalam satu PT dengan angka tertentu. Satu perusahaan dapat memiliki beberapa kegiatan usaha selama seluruhnya dicantumkan dengan benar, sesuai KBLI, tidak melanggar peraturan, dan memenuhi perizinan masing-masing.
Contents
- Berapa Bidang Usaha PT?
- Dasar Hukum Bidang Usaha
- Perbedaan Bidang dan KBLI
- Satu Bisnis Beberapa KBLI
- Satu KBLI Satu Kegiatan
- Contoh Beberapa Bidang Usaha
- Perusahaan Digital Agency
- Perusahaan Desain Interior
- Perusahaan Makanan
- Apakah NIB Tetap Satu?
- Apakah Semua Bidang Bisa Digabung?
- Dampak Terlalu Banyak KBLI
- FAQ Bidang Usaha PT
- Apakah satu PT boleh memiliki banyak KBLI?
- Maksimal berapa KBLI dalam satu PT?
- Apakah banyak KBLI membutuhkan banyak NIB?
- Apakah semua KBLI langsung aktif?
- Apakah penambahan KBLI perlu mengubah akta?
Berapa Bidang Usaha PT?
Satu PT boleh menjalankan lebih dari satu bidang usaha. Perusahaan dapat menggabungkan kegiatan jasa, perdagangan, teknologi, industri, maupun kegiatan lain selama kombinasi tersebut diperbolehkan oleh ketentuan yang berlaku.
Tidak Ada Batas Angka
Undang-Undang Perseroan Terbatas tidak menyebutkan bahwa satu PT hanya boleh mempunyai dua, lima, atau sepuluh bidang usaha. Dengan demikian, tidak terdapat batas maksimal bidang usaha yang berlaku secara umum untuk seluruh PT.
Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas justru menekankan bahwa maksud, tujuan, dan kegiatan usaha perusahaan harus dicantumkan dalam anggaran dasar. Kegiatan tersebut juga tidak boleh bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, ketertiban umum, maupun kesusilaan.
Harus Sesuai Kebutuhan
Walaupun tidak dibatasi dengan angka tertentu, bukan berarti pendiri perusahaan perlu memasukkan seluruh bidang usaha yang tersedia. KBLI sebaiknya dipilih berdasarkan kegiatan yang benar-benar akan dijalankan atau direncanakan secara realistis.
Terlalu banyak bidang usaha yang tidak berhubungan dapat membuat struktur bisnis terlihat kurang jelas. Selain itu, setiap bidang dapat membawa persyaratan izin, lokasi, standar operasional, dan kewajiban pelaporan yang berbeda.
Dasar Hukum Bidang Usaha
Ketentuan tentang kegiatan usaha PT tidak hanya berkaitan dengan proses pembuatan NIB. Bidang usaha sudah perlu diperhatikan sejak penyusunan akta pendirian perusahaan.
Tercantum dalam Anggaran Dasar

Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 Pasal 15 ayat 1 tentang anggaran dasar harus memuat beberapa informasi penting
Pasal 15 ayat (1) Undang-Undang Perseroan Terbatas mengatur bahwa anggaran dasar harus memuat beberapa informasi penting. Salah satunya adalah maksud dan tujuan serta kegiatan usaha Perseroan.
Artinya, perusahaan seharusnya menjalankan aktivitas yang masih berada dalam ruang lingkup kegiatan usaha yang tercantum pada anggaran dasarnya. Memiliki NIB saja belum cukup apabila kegiatan yang dijalankan berbeda secara substansial dari maksud dan tujuan perusahaan.
Diklasifikasikan Melalui KBLI
Kegiatan usaha dalam akta kemudian disesuaikan dengan KBLI. Kode ini digunakan untuk mengelompokkan aktivitas ekonomi berdasarkan karakteristik kegiatan, produk, atau jasa yang dihasilkan.
BPS telah menerbitkan KBLI 2025 sebagai pembaruan dari KBLI 2020. KBLI terbaru tersebut terdiri dari 22 kategori dan 1.560 kelompok usaha serta menjadi acuan dalam sistem perizinan berusaha melalui OSS.
Baca juga: Bisnis F&B Mau Buka Cabang? Begini Aturan KBLI dan NIB-nya
Perbedaan Bidang dan KBLI
Istilah bidang usaha dan KBLI sering dianggap sama. Padahal, keduanya dapat digunakan dalam konteks yang sedikit berbeda.
Bidang usaha merupakan istilah umum yang menggambarkan aktivitas bisnis perusahaan. Sementara itu, KBLI merupakan kode resmi untuk mengklasifikasikan aktivitas tersebut dalam sistem administrasi dan perizinan.
Satu Bisnis Beberapa KBLI
Satu model bisnis dapat membutuhkan beberapa KBLI. Sebagai contoh, perusahaan interior mungkin menjalankan jasa desain, jasa pelaksanaan pekerjaan interior, serta perdagangan furnitur.
Walaupun seluruh aktivitas tersebut masih berkaitan dengan interior, masing-masing dapat memiliki klasifikasi KBLI yang berbeda. Oleh karena itu, penentuan KBLI perlu melihat proses bisnis secara menyeluruh, bukan hanya nama atau merek perusahaan.
Satu KBLI Satu Kegiatan
Setiap kode KBLI biasanya memiliki ruang lingkup tertentu. Deskripsi di dalamnya menjelaskan kegiatan apa saja yang termasuk maupun tidak termasuk dalam kelompok tersebut.
Kesalahan yang sering terjadi adalah memilih kode hanya karena judulnya terlihat mirip. Padahal, setelah uraian lengkapnya dibaca, kegiatan perusahaan mungkin tidak termasuk dalam ruang lingkup KBLI tersebut.
Contoh Beberapa Bidang Usaha
Agar lebih mudah dipahami, berikut gambaran perusahaan yang membutuhkan lebih dari satu bidang usaha.
Perusahaan Digital Agency
Sebuah digital agency dapat menyediakan jasa pembuatan website, pengembangan perangkat lunak, konsultasi teknologi informasi, periklanan digital, dan desain komunikasi visual.
Apabila seluruh layanan tersebut benar-benar ditawarkan, perusahaan dapat membutuhkan beberapa KBLI. Satu kode belum tentu dapat mencakup seluruh jasa yang diberikan kepada klien.
Perusahaan Desain Interior
Perusahaan interior dapat memberikan jasa konsultasi desain sekaligus melakukan pengadaan furnitur dan perlengkapan ruangan.
Dalam kondisi tersebut, perusahaan bukan hanya menjalankan kegiatan jasa. Terdapat pula kegiatan perdagangan yang perlu diperiksa klasifikasinya secara terpisah.
Perusahaan Makanan
Perusahaan makanan dapat mempunyai kegiatan produksi makanan, restoran, katering, serta perdagangan produk makanan melalui toko atau kanal daring.
Walaupun produknya sama-sama makanan, cara perusahaan menghasilkan pendapatan dapat masuk ke dalam kelompok usaha yang berbeda.
Kuncinya adalah Anda bisa menentukan bidang utama dan pendukung. Caranya dengan menentukan kegiatan utama, melihat produk atau jasa yang menjadi fokus bisnis, aktivitas yang menghasilkan pendapatan terbesar, dan kegiatan yang paling sering dilakukan.
Misalnya, perusahaan lebih banyak memperoleh pendapatan dari jasa konsultasi teknologi, sedangkan penjualan perangkat hanya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan klien. Dalam kondisi tersebut, kegiatan konsultasi dapat ditempatkan sebagai usaha utama.
Baca juga: Perizinan Usaha Air Minum Isi Ulang: Syarat dan Cara Daftar
Apakah NIB Tetap Satu?
Perusahaan yang memiliki banyak KBLI tidak perlu memperoleh satu NIB untuk setiap kode. Satu PT pada dasarnya memiliki satu NIB sebagai identitas pelaku usaha, sedangkan di dalam data usahanya dapat tercantum lebih dari satu kegiatan.
Panduan OSS juga memperlihatkan bahwa pelaku usaha dapat memilih menu “Tambah Bidang Usaha” dalam pengelolaan NIB. Setiap kegiatan kemudian dilengkapi dengan kode KBLI, tingkat risiko, lokasi, modal, serta produk atau jasa yang dihasilkan.
Apakah Semua Bidang Bisa Digabung?
Walaupun tidak terdapat batas jumlah bidang usaha secara umum, tidak semua kegiatan dapat digabungkan tanpa pemeriksaan lebih lanjut.
Beberapa sektor memiliki ketentuan khusus mengenai bentuk badan usaha, kepemilikan modal, pengalaman, tenaga ahli, sertifikasi, lokasi, hingga kewajiban pemisahan kegiatan.
1. Periksa Aturan Sektoral
Kegiatan di bidang keuangan, kesehatan, pendidikan, konstruksi, pertambangan, transportasi, dan sektor tertentu lainnya dapat mempunyai aturan yang lebih khusus.
Karena itu, kode KBLI perlu diperiksa bersama ketentuan sektoralnya. Jangan hanya melihat apakah kode tersebut tersedia dalam sistem OSS.
2. Perhatikan Status Penanaman Modal
Ketentuan bidang usaha juga perlu diperiksa secara lebih mendalam apabila perusahaan berstatus penanaman modal asing.
Beberapa bidang dapat terbuka sepenuhnya, memiliki batas kepemilikan asing, memerlukan kerja sama tertentu, atau mempunyai persyaratan investasi khusus.
Baca juga: Bolehkah PT Menggabungkan KBLI Jasa dan Dagang Sekaligus?
Dampak Terlalu Banyak KBLI
Menambahkan banyak KBLI memang memberikan ruang yang lebih luas bagi perusahaan. Namun, langkah tersebut belum tentu selalu menguntungkan.
Setiap kode dapat menimbulkan konsekuensi administratif yang perlu dikelola oleh perusahaan.
1. Perizinan Lebih Kompleks
Semakin banyak bidang yang dipilih, semakin banyak persyaratan yang perlu diperiksa. Perusahaan mungkin harus memenuhi Sertifikat Standar, izin operasional, persetujuan lingkungan, ketentuan tata ruang, atau izin penunjang lainnya.
Apabila persyaratan tidak dipenuhi, keberadaan kode KBLI dalam NIB belum tentu membuat perusahaan dapat langsung menjalankan aktivitas tersebut.
2. Fokus Bisnis Kurang Jelas
Terlalu banyak bidang yang tidak saling berhubungan juga dapat membuat profil perusahaan terlihat kurang fokus di mata bank, investor, calon mitra, atau peserta tender.
Pemilihan KBLI yang terarah dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai kompetensi dan kegiatan utama perusahaan.
Jika masih bingung menentukan bidang usaha utama, kegiatan pendukung, atau kode KBLI yang sesuai, Anda dapat berkonsultasi dengan QP Office sebelum mendirikan perusahaan.
QP Office menyediakan layanan pendirian PT, pengurusan NIB dan izin dasar, serta Virtual Office di Jakarta Selatan dan Jakarta Barat. Pendampingan sejak awal dapat membantu perusahaan memilih struktur bidang usaha yang lebih tepat dan mengurangi risiko perubahan legalitas di kemudian hari.
Kontak kami dengan nomor di bawah ini:
+62 812 1175 5650
+62 812 1897 8636
FAQ Bidang Usaha PT
Apakah satu PT boleh memiliki banyak KBLI?
Boleh. Satu PT dapat memiliki beberapa KBLI selama kegiatannya dicantumkan dalam legalitas perusahaan dan memenuhi ketentuan perizinan masing-masing.
Maksimal berapa KBLI dalam satu PT?
Tidak terdapat ketentuan umum yang menetapkan batas maksimal KBLI dengan angka tertentu. Namun, perusahaan sebaiknya hanya memilih kode yang benar-benar relevan dengan kegiatan bisnisnya.
Apakah banyak KBLI membutuhkan banyak NIB?
Tidak. Satu PT pada dasarnya memiliki satu NIB sebagai identitas pelaku usaha. Di dalam data usaha tersebut dapat tercantum beberapa bidang atau KBLI.
Apakah semua KBLI langsung aktif?
Belum tentu. Kegiatan tertentu membutuhkan Sertifikat Standar, izin, verifikasi, atau pemenuhan persyaratan sektoral sebelum dapat dijalankan secara operasional.
Apakah penambahan KBLI perlu mengubah akta?
Perubahan akta dapat diperlukan apabila kegiatan baru belum tercakup atau mengubah substansi maksud, tujuan, dan ruang lingkup usaha perusahaan. Jika hanya terjadi konversi kode tanpa perubahan substansi, penyesuaiannya dapat dilakukan melalui mekanisme sistem yang berlaku.